Beberapa Kesimpulan dari Kemenangan Prancis Atas Uruguay – Piala Dunia 2018

CMD368

King368.com – Tim Nasional Prancis dipastikan menjadi peserta semifinal pertama setelah meraih kemenangan 2-0 atas Uruguay dalam pertandingan babak perempat final yang diadakan di Nizhny Novgorod Stadium pada Jumat (6/7).

Pertandingan yang sempat berjalan dengan ketat berhasil dimenangkan oleh Les Bleus lewat gol Raphaël Varane pada babak pertama dan Antoine Griezmann pada babak berikutnya.

Berikut adalah beberapa kesimpulan yang dapat dipetik dari pertandingan ini.

7. Uruguay Kalah Karena Lini Depan yang Tumpul

Absennya Edinson Cavani yang mengalami cedera ketika Uruguay meraih kemenangan 2-1 atas Portugal dalam babak 16 besar dianggap dapat menjadi penghambat bagi La Celeste ketika mereka menghadapi Prancis dalam tahap berikutnya.

Prediksi ini terbukti menjadi kenyataan. Christian Stuani yang masuk sebagai pemain pengganti tidak dapat memberikan kontribusi yang maksimal sampai ia digantikan oleh Cristian Rodríguez pada menit ke-59.

Luis Suárez yang secara efektif tampil sebagai penyerang tunggal Uruguay mendapatkan beban yang berat untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya, aspek yang tidak dapat dilakukan secara maksimal oleh pemain-pemain lain yang seharusnya meringankan beban penyerang Barcelona tersebut.

Kegagalan dalam mengonversi peluang juga menjadi faktor yang membuat La Celeste mengalami kekalahan dalam pertandingan ini. Sundulan Martín Cáceres yang diselamatkan oleh Hugo Lloris gagal diteruskan oleh Diego Godín, momen yang berpotensi mengubah alur pertandingan.

Tersingkirnya Uruguay pada turnamen ini dan potensi akhir karier Luis Suárez dan Edinson Cavani di tingkat internasional berpotensi menjadi keadaan yang menghambat perkembangan negara itu dalam beberapa turnamen berikutnya.

6. Tugas Berat Mencari Penerus Óscar Tabárez

Óscar Tabárez merupakan sosok yang lekat dengan sepak bola Uruguay dengan partisipasi dalam empat Piala Dunia. Pelatih berusia 71 tahun ini tetap setia dengan La Celeste meskipun sedang berjuang menghadapi penyakit kronis di otaknya yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Piala Dunia Rusia 2018 kemungkinan besar akan menjadi partisipasi terakhir Tabárez dengan Tim Nasional Uruguay. Jasa yang diberikan oleh pelatih asal Argentina ini dapat membuatnya dikenang sebagai pahlawan dalam dunia sepak bola Uruguay dalam jangka panjang.

AUF selaku asosiasi sepak bola Uruguay saat ini harus menghadapi tugas yang berat untuk mencari sosok ideal yang dapat meneruskan kinerja Tabárez, tidak hanya dalam mengembangkan bakat-bakat pemain muda mereka, tetapi juga mempertahankan kekuatan mental yang selama ini menjadi ciri khas dalam permainan mereka.

Opsi untuk menggantikan Tabárez mungkin tersedia di berbagai penjuru dunia, tetapi apa yang dilakukan oleh mantan pelatih AC Milan itu akan sangat sulit untuk diulangi.

5. Kekuatan Uruguay Menjadi Pedang Bermata Ganda

Kehadiran tiga pemain muda dalam lini tengah Uruguay yang diisi oleh Matías Vecino, Rodrigo Bentancur, dan Lucas Torreira memberikan harapan bahwa La Celeste dapat memberikan kejutan pada Piala Dunia Rusia 2018.

Ketiga pemain ini memang memiliki bakat tinggi, tetapi mereka semua memiliki karakteristik yang serupa dalam kemampuan mereka merebut bola dari lawan-lawan yang mereka hadapi.

Hal ini menjadi asset yang dimanfaatkan oleh Óscar Tabárez sepanjang turnamen, tetapi justru menjadi kelemahan mereka ketika menghadapi Prancis dalam babak perempat final.

Skema permainan yang diterapkan oleh Uruguay tidak dapat dikembangkan oleh pemain-pemain mereka di lini tengah, dan memberikan tekanan kepada Nahitan Nandez dan Diego Laxalt untuk menjadi kreator utama dari sisi sayap.

Keadaan tersebut membuat Prancis mendapatkan kemudahan lebih dalam membaca dan mengantisipasi serangan yang dilancarkan oleh Uruguay sepanjang berlangsungnya pertandingan.

4. Kembali Menyoroti Kualitas Telstar

Kualitas dari bola yang digunakan dalam ajang Piala Dunia bukan merupakan topik pembicaraan yang baru. Jabulani yang digunakan pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dianggap menyulitkan penjaga gawang karena mudah berbelok saat ditendang dari jarak jauh.

Bola Telstar yang digunakan pada Piala Dunia Rusia 2018 sudah mendapatkan sorotan sebelum berlangsungnya turnamen ini karena permasalahan yang tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat Jabulani digunakan delapan tahun lalu.

Kali ini giliran Fernando Muslera yang menjadi ‘korban’ dari kualitas Telsar. Tendangan Antoine Griezmann dari luar kotak penalti sudah berada di sarung tangan Muslera, namun pergerakan bola membuat pemain Galatasaray itu terkecoh dan pada akhirnya melihat bola itu bersarang ke gawangnya.

Dalam analisis statistik, tendangan jarak jauh memang memiliki peluang yang jauh lebih rendah untuk menjadi gol dibandingkan dengan peluang di dalam kotak penalti, tetapi keadaan ini dapat mengubah pandangan dari penyerang-penyerang yang siap memanfaatkan kondisi Telstar dalam sisa Piala Dunia Rusia 2018.

3. Prancis Menang Berkat Konsistensi di Seluruh Lini

Kualitas pemain-pemain yang mengisi skuat Prancis membuat tim asuhan Didier Deschamps diunggulkan untuk meraih kemenangan atas Uruguay dan lolos ke babak semifinal.

Walau memiliki keunggulan dalam kualitas pemain, tetapi hal itu bukan menjadi faktor utama yang menentukan kemenangan Les Bleus dalam pertandingan ini. Kunci dari kemenangan Antoine Griezmann dan rekan-rekannya terletak dari konsistensi yang mereka tunjukkan di seluruh lini permainan.

Hugo Lloris mampu memimpin rekan-rekannya di lini belakang untuk membuat Uruguay tidak dapat mengembangkan skema serangan mereka sepanjang berlangsungnya pertandingan.

Paul Pogba dan N’Golo Kanté tampil gemilang di lini tengah, dilengkapi efektivitas permainan yang ditunjukkan oleh Kylian Mbappé dan juga Antoine Griezmann. Olivier Giroud yang tidak terlihat memiliki catatan statistik yang mencolok juga berperan dengan membuka ruang di lini depan.

2. Didier Deschamps Berhasil Temukan Formula Ampuh.

Taktik yang digunakan oleh Didier Deschamps sebagai pelatih utama Prancis seringkali mendapatkan sorotan negatif akibat kegagalannya memanfaatkan deretan pemain-pemain bintang Les Bleus dalam beberapa turnamen terakhir.

Piala Dunia Rusia 2018 merupakan momen yang menjadi potensi pembuktian bagi Deschamps. Perjalanannya di fase grup juga memberikan reaksi negatif walau timnya lolos sebagai juara Grup C.

Kemenangan 4-3 yang diraih atas Argentina dan 2-0 atas Uruguay menjadi momen yang signifikan bagi rasa percaya diri para pemain Prancis, dan merupakan bukti bahwa taktik yang digunakan oleh Deschamps dalam dua pertandingan itu berjalan secara efektif.

Pelatih berusia 49 tahun ini mampu membuktikan bahwa ia telah mempelajari kelemahan yang ditunjukkan timnya ketika dikalahkan oleh Portugal dalam babak final Euro 2016 ketika mereka menjadi tuan rumah.

Menarik untuk menanti apakah racikan taktiknya dapat kembali memberikan hasil positif dan membuat Prancis meraih gelar juara Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1998.

1. Tanpa Drama, Antoine Griezmann Tunjukkan Kualitasnya

Spekulasi mengenai masa depan Antoine Griezmann dengan Atlético Madrid mewarnai persiapan penyerang itu jelang Piala Dunia Rusia 2018. Barcelona dan Manchester United diklaim dapat merekrut mantan pemain Real Sociedad itu sebelum berlangsungnya turnamen di Rusia.

Cara yang digunakan oleh Griezmann untuk menyampaikan keputusannya bertahan di Wanda Metropolitano juga mendapat kecaman, drama mewarnai persiapan penyerang itu untuk turnamen yang sangat penting bagi dirinya dan juga Prancis.

Walau demikian, Griezmann terbukti tetap mampu mempertahankan kualitas performanya di fase grup, dan saat membantu timnya meraih kemenangan 4-3 atas Argentina dalam babak 16 besar.

Gol yang dicetaknya ke gawang Uruguay, meskipun berisi faktor keberuntungan, juga merupakan bukti dari ketajamannya sebagai seorang penyerang yang dapat diandalkan oleh Les Bleus dalam jangka panjang.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*